Minggu, 14 Oktober 2012

When a Bad Boy Meet a Bad Girl



Author : Park Eun Seok a.k.a Yura
Facebook : kanginsaraghe asianlover
Genre : Yadong, kekerasan NC 17
Cast :
v  Choi SeungHyun (TOP)
v  Kim Nammi
v  Sandara
v  Kwon Jiyoung (GD)
v  Another cast


Disinilah aku sekarang, di Pulau Jeju bersama sepasang suami istri yang kupikir memang punya masalah dengan otak mereka. Sandara dan suaminya Jiyoung, memutuskan untuk mengadakan liburan musim panas plus acara bulan madu mereka di pulau Jeju ini. Aku tak akan keberatan jika mereka tidak memaksa dan menyeretku bersama beberapa teman kerja Jiyoung untuk ikut pada acara bulan madu mereka.

Hey, aku tidak suka disini ! aku lebih suka berada di apartement ku yang mungil, menonton film-film favoritku, dan duduk pada sofaku yang nyaman. Mereka memang sangat ahli dalam memaksa orang, pantas sekali menjadi polisi bagian investigator.

Ya Tuhan ! benar-benar membosankan harus bersama pria-pria teman Jiyoung ini. Mereka tertawa dan terus bercerita tentang pekeerjaan mereka sebagai polisi apalagi tingkah mereka saat ada di dekatku seperti tidak pernah bertemu wanita sebelumnya. Kenapa Dara harus mengenalkanku pada mereka dan mengatakan kalau aku ini masih single ?! Apa aku terlihat sangat haus laki-laki ?!

“Yo ! Dara ! Jiyoung !” Suara berat seorang namja membuyarkan lamunanku. Kucari sumber suara itu dan terlihat seorang namja berjalan mendekati kami sambil mengangkat beberapa botol bir.
Jiyoung dan Dara berlari menghampiri namja itu kemudian mereka terlihat membicarakan seseuatu dengan ekspresi serius, sesekali mereka memandangku. Bukannya aku besar kepala, tapi mereka memang terlihat memandangku. Mereka mulai mendekat dan namja-namja di sampingku ini memberi salam pada namja itu, sepertinya atasan mereka.

“Nammi, kenalkan dia atasanku. Cho Seunghyun dan Seunghyun dia sepupu Dara, Nammi ! Dia ini seorang pengacara !” Kata Jiyoung memperkenalkan namja itu, kami pun berjabat tangan kaku .

Pria bernama Seunghyun itu menatapku dalam, dari kaki hingga kepala seolah ingin mencari sebuah cacat dari diriku. Ketika matanya sampai pada mataku, kutatap juga ia dengan dalam atau lebih tepatnya sinis, aku tak suka dipandangi seperti itu ! ia segera memalingkan muka dariku begitu melihat aku balik menatapnya sinis. Kami pun melanjutkan kegiatan kami memanggang Barbeque, sambil menikmati matahari yang mulai terbenam di ujung pantai.

***
“Nammi, malam ini biarkan Seunghyun oppa tidur sekamar denganmu yyaa ?” Tanya Dara saat kami semua akan beristirahat.

“Mwo ? Andwe ! apa kau gila ?! kenapa pria ini harus sekamar denganku ?!” aku menolak permintaan Dara mentah-mentah. Apa dia benar-benar gila, menyuruhku sekamar dengan namja yang bahkan baru hari ini kukenal.

“Nammi, hanya berbagi kamar saja ! kau tahu khan coutege ini sudah tidak ada kamar lagi ! lagipula, ini agar kalian berdua bisa lebih dekat lagi !” Jiyoung menambahkan.

“Andwe, untuk apa aku dekat dengan namja ini ! AKU TIDAK MAU !” Aku membentak sepasang suami istri gila ini, berusaha menyadarkan mereka dari kegilaan yang mereka lakukan.

“Ya ! kenapa sikapmu ini, menunjukkan seolah-olah aku yang meminta sekamar denganmu ?! jangan terlalu percaya diri, nona ! kalau bukan paksaan Jiyoung, aku tak akan mau !” Seunghyun yang sejak tadi diam kini mulai membuatku marah.

“baguslah ! kalau begitu kita memang tidak perlu sekamar, Seunghyun-sshi ! carilah bangku di luar dan tidurlah di sana !” bentakku padanya.

“Mwo ?! kenapa bukan kau yang pergi !” ia semakin meninggikan suaranya tapi aku tak takut sama sekali

“Kau yang datang terakhir, Seunghyun-sshi ! lagipula kau lebih pantas tidur di luar daripada aku !” jawabku lagi. kali ini kalau Dara tidak segera menarikku mungkin ia sudah memukulku.

“Ya ! apa yang kau lakukan barusan ?! Pabo !” Kata Dara sambil memukul kepalaku, setelah ia menarikku menjauh dari Seunghyun.

“Appo ! kenapa kau memukulku ?!” tanyaku sambil mengusap-usap kepalaku yang baru saja dipukul dara.

“Asal kau tahu, Nammi the Bad Girl ! Seunghyun oppa itu bukan tipe namja yang bisa manis, sopan dan lembut seperti namja-namja yang kau permainkan lalu kau campakkan biasanya ! ia namja terkasar dan tersadis dari semua teman Jiyoung oppa, karena itulah ia bisa menjadi polisi bagian kriminalitas tingkat tinggi !” jelas Dara padaku.

“Wae ? apa karena itu aku harus takut padanya ?! tidak akan ! aku tak takut pada siapan pun ! Aku tak takut padanya !” Cibirku.

“Sayangilah dirimu ! atau sayangilah aku dan Jiyoung oppa ! dia atasan Jiyoung oppa !” Katanya lagi.
“Andwe ! Andwe ! Andwe ! AKU TIDAK MAU DAN AKU TIDAK BISA, DARA ! Arraseo ?!” jawabku sedikit membentaknya.

Dara tahu, kalau aku sudah marah maka ia tak akan bisa membantah. Dengan langkah gontai dan sedikit takut ia menghampiri jiyoung dan Seunghyun. Terlihat sekali ekspresi marah dari wajah seunghyun lalu ia segera pergi meninggalkan kami. Baguslah ia pergi, aku tak peduli.

Seunghyun POV
Aaiisshh ! yeojja itu benar-benar brengsek ! gara-gara dia aku harus menginap di hotel  jelek yang letaknya tak jauh dari coutege Jiyoung dan Dara. Kalau saja ia bukan seorang yeojja pasti sudah kuhajar hingga babak belur. Bagaimana bisa Jiyoung memintaku dekat dengan yeojja menyebalkan seperti dia ? bagaimana mungkin Dara punya sepupu yeojja brengsek seperti dia ?! lihat saja nanti, dia harus membayar perbuatannya.

Aku berjalan memasuki club malam dan mulai mencari-cari Jiyoung dan istrinya. Ini hari ke 5 aku di pulau Jeju dan selama 5 hari ini sama sekali tidak ada hal menyenangkan buatku. Bertengkar, bertengkar dan bertengkar ! dengan siapa lagi kalau bukan dengan yeojja brengsek itu, Nammi. Rasanya ada saja topik untuk kami bertengkar. Aku jamin selama ini tak ada pria yang mendekatinya, mana ada pria yang mau dengan yeojja barbar seperti dia.

Lihat saja sekarang ! dia duduk sendiri di sudut sofa sedangkan yang lainnya sedang asyik meluncur di dance floor ! kalau saja ia bukan yeojja yang kasar, mungkin banyak yang tertarik padanya karena jujur saja menurutku ia yeojja yang cantik, bahkan sangat cantik. Sekarang pun dalam keadaan diam seperti ini, ia terlihat cantik dan seksi dengan mengenakan mini dress yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna dan dipadukan dengan blazer warna hitam. Rambut lurusnya yang sebahu ia biarkan tergerai menambah kesan seksi. Andai ia bisa bersikap lembut dan manis mungkin aku sudah tidak tahan ingin menyentuhnya.

Aku menghampiri Jiyoung yang tengah asyik bermesraan bersama istrinya, ia lalu memintaku menemani Nammi karena yeojja itu terus merengek minta pulang. Dasar yeojja kampungan, pasti dia tidak pernah pergi ke club malam.

“Ya ! kau sendirian, nona Kim ?!” Tanyaku dengan sedikit mencibir.

“Pergilah !” ia hanya menjawab singkat dan memalingkan wajahnya dariku

“Yeojja secantik kamu kenapa duduk sendirian disini ?” aku masih tetap mengejeknya

“Ya ! aku sedang tak ingin bertengkar denganmu ! Pergilah !” ia membentakku

“Oh, tentu saja sendirian karena mana ada namja yang mau dekat-dekat dengan yeojja aneh sepertimu ? tidak ada namja yang tertarik dengan yeojja kasar dan menyebalkan sepertimu !” aku semakin semangat mengejeknya.

“Cho Seunghyun-sshi ! bisakah kau segera pergi dari hadapanku ! aku sedang tak ingin bertengkar denganmu !” ia semakin marah tapi entah kenapa semakin terlihat cantik untukku

“Haha, kenapa Nammi ? kau malu karena tak ada satu pun namja disini yang mendekatimu ?”

“Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan pria manapun ! jangan ganggu aku !”

“Jinjja ? memang ada namja yang mau denganmu ?!”

#Brakk
Ia menggebrak meja di depannya dengan emosi, kemudian berdiri memandangku. Sedetik kemudian, ia melepas blazer hitamnya membuat pundak dan dadanya terekspos jelas karena ia mengenakan dress bermodel tali. Ia berjalan menuju ballroom dan membalikkan tubuhnya menghadapku yang masih mematung. Ia memandangku dengan tatapan yang tajam, kemudian mengeluarkan evil smirk. Perlahan tubuhnya mulai bergerak, mengikuti alunan musik. Ia menari dengan begitu menggoda dan seksi, meliuk-liukkan tubuhnya di tengah-tengah ballroom

Nammi POV
 Aku kesal sekali pada pria yang berdiri tidak jauh dariku itu, ia benar-benar meremehkanku. Sekarang aku sudah berada di tengah ballroom, menari seseksi mungkin dan membuktikan ucapanku padanya tadi. Benar saja, tidak berapa lama aku menari, namja-namja yang tadinya sama sekali tidak memperhatikanku mulai mendekat dan mencoba menari bersamaku. Lihatlah Cho Seunghyun, betapa mudahnya aku menarik perhatian namjadeul ! sekarang aku sudah dikelilingi 5 namja dengan tatapan yang jujur saja menjijikkan untukku tapi biarlah asal aku bisa membuat Seunghyun mencabut kata-katanya yang menyebalkan itu.

Kelima namja itu semakin mendekatiku, dan sesaat sebelum seorang namja menyentuhku seseorang menarik lenganku dengan paksa. Seunghyun ? Mau apa dia ? kenapa wajahnya terlihat marah sekali ? ia menarikku lagi meninggalkan ballroom tapi namja-namja yang tadi mendekatiku, menahannya dan memaki-maki Seunghyun karena membawaku paksa.

“Tutup mulutmu atau kau akan bisu selamanya !” Hardik Seunghyun pada salah satu namja itu.

Namja lain berusaha memukul Seunghyun tapi dengan cekatan ia mengelak dan malah memukul namja itu hingga ia jatuh tersungkur, aku bisa melihat jelas darah mengalir dari bibirnya.

“Jangan pernah menyentuhnya, bahkan jangan pernah berniat menyentuhnya atau kalian akan MATI ! ARRASEO !!!” ia lalu menarikku meninggalkan club itu.

Ia membawaku ke kamar hotelnya dengan paksa dan sangat kasar, ia sama sekali tak mendengar makianku padanya. Sesampai di kamar, ia mengunci pintu dan menjatuhkanku di ranjang. Oke, aku mulai takut padanya sekarang !

“Mau apa kau, brengsek ?! LEPASKAN A,,,uuhhmmpp !” kata-kataku terhenti ketika ia menciumku
dengan paksa. Ia mengunci tubuh dan tanganku dengan tubuhnya agar aku tidak berontak.
Aku berusaha sekuat tenaga membebaskan diri tapi tenaganya jauh lebih besar dariku yang hanya seorang yeojja. Ia melepaskan ciumannya yang kasar itu dan sekarang aku baru bisa merasakan bibirku perih karena ciumannya.

“Brengsek ! kau mau membuatku marah ? Hah ?! apa yang kau inginkan ? kau mau disentuh ? kau ingin bercinta ?! kau haus sentuhan namja ?” ia berteriak di depan wajahku.

#Plakk
Tamparanku mendarat di pipi kanannya. “Kau brengsek, Seunghyun ! LEPASKAN AKU !!!”

“bukankah kau ingin bercinta ? akan aku kabulkan !” katanya kemudian segera menyambar bibirku lagi. Kali ini tangannya mulai meraba dan meremas setiap bagian tubuhku, dan mencoba membuka dressku dengan paksa. Aku melawan dengan mendorong dan memukul-mukul lengannya tapi ia menampar pipi kiriku.

Ia berhasil merobek bagian atas dressku dan membuat dadaku yang hanya dibalut bra hitam tanpa tali itu terlihat. Aku sangat takut sekarang maka aku kembali memukul dan mencakar dadanya tapi lagi-lagi ia menahan dan mengunci tanganku.

“Diam ! bukankah ini yang kau inginkan, wanita jalang ?!” katanya sambil mencoba menarik braku. Tidak berapa lama tubuh bagian atasku telah topless, ia pun segera mencium, menjilat dan membuat kissmark di dadaku. Tangan kirinya mulai menyibak dress bagian bawah dan meraba-raba miss V ku dari balik celana dalamku. Tak sabar ia segera merobek cd ku dan membuang dressku entah kemana, sekarang aku benar-benar topless. Ia merentangkan pahaku lebar-lebar dan mulai membelai miss V ku dan memainkan klitorisku dengan jari-jarinya. Tanpa pikir panjang, ia membuka celananya dan mengeluarkan juniornya yang tampak telah menegang. Ia menggesek-gesekkan juniornya pada miss V ku dan aku bisa melihat evil smirk kembali menghiasi bibirnya.

Titik ketakutanku telah berada di puncak saat ini, aku pun mulai berteriak-teriak histeris dan menangis sekencang-kencangnya. Ia menghentikan kegiatannya dan memandangku panik

“Nammi ! Kim Nammi ! berhentilah menangis !” ia terus mengguncang-guncangkan tubuhku tapi aku tetap menangis dan menutup wajahku dengan kedua tangan.
Perlahan aku merasakan tubuh kekarnya memelukku lembut, sangat lembut seolah aku adalah material paling rapuh di dunia.

Seunghyun POV
Yeojja ini menangis ! yeojja yang selama ini selalu memaki dan bertengkar denganku ini, sekarang tengah menangis di hadapanku. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, pundaknya bergetar karena menangis histeris. Aku bisa merasakan ketakutannya saat ini, merasakan kepanikan dan sisi kewanitaannya. Ia begitu ketakutan dan terpukul, bahkan menjerit histeris saat aku berusaha menenangkannya. Harusnya aku senang, khan ? yeojja yang selama ini kubenci telah menangis dan menunduk lemah karenaku tapi entah kenapa yang kurasakan sebaliknya. Aku merasa bersalah karena membuatnya menangis, aku menyesal telah menyakitinya. Aku mulai memeluknya lembut, mencoba menenangkannya yang terus menangis.

Nammi tetap menangis histeris, membuatku bingung harus melakukan apa untuk menenangkannya. Kucoba meraih tangannya yang menutup wajahnya dan aku bisa melihat ekspresi yang benar-benar ketakutan di wajahnya. Yeojja ini, benar-benar takut padaku sekarang ! ia bahkan gemetaran dan meronta saat aku menggenggam tangannya ! perlahan kudekatkan wajahku padanya, dan tanpa aku sadari aku telah menciumnya dengan sangat lembut, berharap ia bisa lebih tenang. Nammi memang tak lagi histeris setelah aku menciumnya, namun ia masih menangis terisak. Kutarik selimut dan menutupi tubuhnya yang telanjang itu lalu memeluknya erat, semoga dengan begini ia bisa semakin tenang.

Sejak kejadian itu, Nammi berubah menjadi yeojja yang pendiam tak lagi pemarah seperti dulu. Ia lebih senang diam menyendiri, dan selalu menghindariku bahkan saat hari terakhir liburan kami di pulau Jeju. Dara menanyakan perubahan sikap sepupunya itu padaku dan dengan terpaksa aku ceritakan apa yang aku lakukan pada Nammi, mendengarku menceritakan hal itu Dara menjadi marah bahkan sangat marah. Ia pun menceritakan kehidupan masa lalu Nammi padaku.

“Oppa, sebenarnya ini aib keluarga kami tapi aku rasa kau harus tahu agar kau sadar bahwa tindakanmu padanya benar-benar salah ! hheemmhh,,,Nammi pernah mengalami pelecehan seksual saat berusia 14 tahun dan orang yang hampir memperkosanya itu tak lain adalah kakak iparnya sendiri !” Katanya membuat aku terkejut.

“Hari itu ia sendiri di rumah, sedangkan orang tuanya pergi bekerja ! pria itu datang dan mengatakan ingin mengambil barang-barang milik istrinya, jadi tanpa curiga Nammi mempersilahkan pria itu masuk tapi yang terjadi malah sebaliknya ! pria itu segera mengunci pintu dan menyerang bahkan menganiaya Nammi hingga Nammi tak sadarkan diri. Jika saja kakak Nammi tak segera datang mungkin ia sudah diperkosa ! pria brengsek itu dipenjara dan Nammi harus menjalani perawatan selama 5 hari di rumah sakit karena tindak kekerasannnya ! sejak saat itu, Nammi tak pernah bisa dan mau dekat dengan Namja bahkan pada ayahnya sendiri ia menjauh. Ia mengalami trauma yang berat, oppa dan tindakan oppa padanya membuka kembali traumanya pada namja ! oppa, keterlaluan !” Dara mengakhiri ceritanya.

 Aku tak bisa seperti ini, aku harus bicara padanya ! maka dengan bantuan Dara, aku mengajaknya bertemu di suatu cafe dan untung saja ia mau.

Ia hanya diam menunduk memandangi gelas coffe miliknya, sesekali memainkan sendok di hadapannya. Aku pun Cuma diam, entah kenapa rasanya aku tidak bisa berpikir jernih di hadapannya saat ini. Semua kata dan kalimat yang kususun sebelum bertemu dengannya hilang begitu saja.

“Kau sehat ?” Cuma itu yang berhasil keluar dari mulutku.

“Ne “. Ia pun menjawab singkat, membuat kecanggungan semakin menyelimuti kami.

“Kau masih menjadi seorang pengacara ?” Mwo ? bodohnya pertanyaanku.

“Jika kau berniat untuk minta maaf atas kejadian tempo hari, aku sudah memaafkannya” Kata Nammi seolah berhasil membaca pikiranku.

Kuarahkan pandanganku pada wajahnya dan aku bisa melihat ia tersenyum tipis namun begitu tulus dan lembut, aku tak pernah melihat senyum ini sebelumnya. Kenapa tiba-tiba aku berdebar-debar, ya ? tak berapa lama, handphone nya berdering. Ia berpamitan padaku sesaat setelah menerima panggilan telepon. Klien katanya,  dan aku Cuma bisa memandangi punggungnya menghilang di balik pintu cafe.

Nammi POV
Aku sedikit tersenyum saat keluar dari cafe, namja tengik itu lucu sekali tadi. Dia ingin meminta maaf padaku, tapi dia terlalu gugup atau mungkin gengsi. Aku jadi ingat ekspresinya saat aku bilang memaafkannya tadi, andai tak ada telepon dari klienku pasti aku sudah memeluknya.

#Cccciitttt
Sebuah mobil berhenti tepat di depanku, seseorang berbadan besar keluar dan segera membungkam mulutku. Ia menyeretku memasuki mobil, tenaganya yang besar tak bisa kulawan. Ia membawaku ke suatu gudang di daerah terpencil, dan mengikatku di satu kursi di tengah-tengah ruangan. Perlahan seseorang memasuki ruangan itu dan aku langsung tersentak kaget ketika tahu orang itu adalah mantan kakak iparku yang beberapa tahun lalu hampir saja memperkosaku.

“Apa kabar, Nammi ?” tanya pria itu.

“Park Young Jun ? mau apa kau ?! bukankah kau ada di penjara ?!” aku berusaha membuka ikatanku.

“Aku dibebaskan 3 hari lalu, Nammi ! dan kau tahu ? orang yang pertama ingin kutemui adalah KAU !!!” tanya sambil menjambak rambutku

“Lepaskan aku Young Jun ! Brengsek kau !” bentakku sambil menahan sakit karena jambakannya

“Karena kau, aku bercerai dengan istriku ! karena kau juga aku dipenjara ! kau harus mendapatkan balasannya, wanita jalang !” setelah mengatakan itu, ia segera menampar kedua pipiku.

Kurasa sudah 2 hari aku disini, tetap tak bergerak karena ikatan pada tangan dan kakiku sangat kuat. Tubuhku penuh memar karena Young Jun sering memukulku dan tak ada tanda-tanda ia akan melepaskanku, setidaknya dalam keadaan hidup. Ia datang lagi, kali ini ia menggenggam sebotol bir di tangan kirinya. Ia mengambil sebuah kursi dan duduk di depanku memandangiku dengan mata nanar karena kurasa ia sedang mabuk berat. Sedetik kemudian ia segera melahap bibirku dengan sangat kasar.

“Aku akan melanjutkan apa yang dulu ingin aku lakukan padamu, chagi !” katanya setelah melepaskan bibirku.
Ia kemudian membuka kaosnya dan melepaskan ikatanku, dengan segera aku mengambil kesempatan itu untuk kabur tapi sia-sia karena anak buahnya sudah berdiri di depan pintu. Ia menghampiriku dan menarikku hingga aku terjatuh menabrak kursi. Rasa sakit menjalar di kakiku tapi ia tak peduli dan membaringkanku di sebuah ranjang bekas, mengikat tangan dan kakiku pada setiap sudut ranjang itu. ia mulai merobek baju yang kukenakan, lalu menampar kedua pipi. Bisa kurasakan darah segar keluar dari sudut bibirku sekarang. Ia menelanjangiku dengan sangat kasar dan kemudian menindih tubuhku, ya Tuhan tolong selamatkan aku dari setan ini.

Ia mulai menelusuri tiap inci tubuhku dengan mulutnya, tangannya sibuk meremas-remas kasar buah dadaku. Aku memaki dan mengumpat padanya tapi ia menamparku lagi hingga aku tak sadarkan diri.

Aku perlahan membuka mataku dan merasakan sinar yang begitu menyilaukan, apa ini di surga ? apa aku sudah mati ? setelah pandanganku menormal, aku menyadari aku sedang berada di rumah sakit. Aku segera bangkit dari tempat tidur tapi sepasang tangan menahan lenganku, Seunghyun ? ia ada disini dan tengah tersenyum lembut padaku. Kenapa dia ada disini ? kenapa aku sendiri ada disini ? bukankah aku sedang disekap Young Jun ? heh ? Young Jun ? dimana dia ? apa ia sudah melakukannya padaku ?!

“Bagaimana keadaanmu ? sudah baikan ?” Seunghyun membuyarkan lamunanku.

“Kenapa aku bisa ada disini ?” Tanyaku.

“Aku yang membawamu kesini” ia menjawab sambil duduk di tempat tidur memandangku tetap dengan senyumannya yang lembut.

“Young Jun ?” tanyaku lagi dengan sedikit ragu.

“Ia sudah mendapatkan balasan dari perbuatannya, kali ini setimpal,,,” katanya lalu dengan segera memelukku.

“kenapa aku selalu saja disakiti laki-laki ? apa aku benar-benar tak berarti ?” tanyaku pelan.

“Mianhe,,,Mianhe, Kim Nammi,,,”

“untuk apa ?”

“Mianhe sudah menyakitimu waktu itu, mianhe membiarkanmu pergi dari cafe hingga ia bisa menyekapmu. Mianhe sudah membiarkan ia menyakitimu,,,”

Aku menangis tanpa sadar dan balas memeluknya, aku merasa sangat takut saat ini dan ia ada disini menenangkanku.

“Young Jun,,,sudah,,,aku,,,” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku, ini terlalu menyakitkan jika memang Young Jun sudah merenggut keperawananku.

“Tenanglah,,,aku tak membiarkannya menyentuhmu lebih lama,,,kau masih suci, Nammi” katanya lagi.
Kali ini airmataku benar-benar tak bisa dibendung lagi, aku menangis terisak di dalam pelukan Seunghyun.

“Saranghaeyo, Kim Nammi,,,”
Aku menghentikan tangisan dan menarik diri dari pelukannya, kupandangi wajahnya untuk memastikan apakah saat ini dia sedang mempermainkanku. Ia menatapku lembut dan penuh dengan ketulusan, ia serius dengan kata-katanya.

“Saranghaeyo, Kim Nammi,,, ijinkan aku menemani, menyayangi, menjaga dan melindungimu,,,ijinkan aku memilikimu !” ia mengulang kata-katanya seolah tahu aku tak mempercayainya.

“Ne,,,Nado Saranghae,,,” Aku membalasnya.
Perlahan Seunghyun mendekatkan wajahnya padaku dan aku pun menutup kedua mataku. Aku seperti merasakan aliran listrik berjuta-juta volt saat bibirnya menyapu lembut bibirku, melumatnya dan mulai menyusupkan lidahnya pada rongga mulutku.

“Ya ! Nammi ! Seunghyun ! apa yang kalian lakukan !” Dara berteriak membuat kami berdua melepaskan ciuman panas kami.

“Nammi, aku hampir gila karena khawatir padamu tapi disini kau malah enak-enakan berciuman dengan Seunghyun oppa !” Bentak Dara sedikit kesal

“Ya ! Dara, sekarang ia Yeojjachingu ku !” kata Seunghyun dengan wajah memerah.
Jiyoong tersenyum melihat kami berdua kemudian mengajak Seunghyun keluar ruangan.

“Jadi kalian sudah menjadi sepasang kekasih, heh ?” tanya Dara sesaat setelah Seunghyun pergi. aku Cuma mengangguk malu.

“Eh, bagaimana bisa ia menemukanku ?” tanyaku penasaran

“2 hari kau tidak pulang dan aku ingat Young Jun baru dibebaskan dari penjara, aku khawatir terjadi apa-apa padamu jadi aku meminta bantuan Jiyoong oppa, Seunghyun oppa dan teman-teman yang lain melacak keberadaanmu via GPS dari handphone mu. kami berhasil menemukan dan menerobos gudang tempat ia menyekapmu tepat sebelum Young Jun memperkosamu ! Dan kau tahu apa yang dilakukan Seunghyun oppa pada Young Jun ?” cerita Dara

“Mwo ? bukankah dia sudah dipenjara lagi ?” jawabku

“Anni, ia juga ada di rumah sakit ini ! ia koma !”

“Koma ?” aku mengernyitkan alisku penasaran.

“Karena Seunghyun oppa menghajarnya membabi buta saat ia melihat Young Jun menyentuhmu”

Ya Tuhan, apa ini artinya aku bisa mempercayainya ? Apa ia benar-benar mencintaiku ? apa aku boleh bahagia bersamanya ? Inikah akhir dari kesendirian dan trauma ku pada namja ? Terima kasih, Tuhan ! Kau telah mempertemukan kami berdua walaupun dengan cara yang aneh dan tak menyenangkan pada awalnya tapi sekarang Aku rasa aku mencintai Seunghyun oppa !


                                      ~THE END~

3 komentar: