Kamis, 11 Oktober 2012

Like that .. its sex !!



Genre : FF NC
Cast :
-          Drie (me)
-          Yoona (member SNSD)



DRIE vop

Cerita sex ini dimulai dari sebuah malasnya aku kuliah. Karena bolos kuliah itulah aku dapat menikmati miss.v mahasiswi bandung yang terkenal enak dan sempit. Kenalkan, namaku Drie. Aku adalah seorang mahasiwa tingkat 2 di sebuah universitas Kristen  di Kota Bandung. Postur tubuhku biasa bisa dibilang lumayan, tinggi 176 cm, namun karena aku ramah, lumayan pintar, serta lumayan kaya maka aku cukup terkenal di kalangan adik maupun kakak kelas jurusanku.
Pagi itu aku tergesa – gesa memarkir Honda Accordku di parkiran kampus. Setengah berlari aku menuju ke gedung kuliah yang berada sekitar 400 m dari parkiran tersebut, sambil mataku melirik ke jam tangan Albaku yang telah menunjukkan pukul 8.06. Shit..! Kalau saja tadi malam aku tidak nekat menonton pertandingan bola tim favoritku (barca) sampai pukul 2 larut malam pasti aku tidak akan terlambat seperti ini.
“Kalau saja pagi ini bukan Pak adam yang mengajar, tentu saja aku masih berjalan santai menuju ruang kuliah. Ya, Pak Adam yang berusia sekitar 40 tahunan memang sangat keras dalam urusan disiplin, terlambat sepuluh menit saja pastilah pintu ruangan kuliah akan dikuncinya. Kesempatan “titip absen” pun nyaris tidak ada karena ia hampir selalu mengecek daftar peserta hadir. Parahnya lagi, kehadiran minimal 90% adalah salah satu prasyarat untuk dapat lulus dari mata kuliah ajarannya.” Tersentak dari lamunanku, ternyata tanpa sadar aku sudah berada di gedung kuliah, namun tidak berarti kesulitanku terhenti sampai disini. Ruanganku berada di lantai 6, sedangkan pintu lift yang sedari tadi kutunggu tak kunjung terbuka.
Mendadak, dari belakang terdengar suara merdu menyapaku. “Annyeong Drie oppa ..!” Akupun menoleh, ternyata yang menyapaku adalah adik angkatanku yang bernama yoona, dia memang sangat cantik, juga terkenal dikalangan para lelaki .. “nado annyeong” jawabku sambil lalu karena masih dalam keadaan panik. “Kerah baju oppa terlipat tuh” kata Yoona. Sadar, aku lalu membenarkan posisi kerah kemeja putihku serta tak lupa mengecek kerapihan celana jeansku. “Udah, udah rapi kok. Hmm, pasti oppa buru – buru ya?” kata Yoona lagi. “Iya nih, biasa Pak Adam” jawabku. “Mmh” Yoona hanya menggumam.
Setelah pintu lift terbuka akupun masuk ke dalam lift. Ternyata Yoona juga melakukan hal yang sama. Didalam lift suasananya sunyi hanya ada kami berdua, mataku iseng memandangi tubuh Yoona. Ternyata hari itu ia tampil sangat cantik. Tubuh putih mulusnya setinggi 167 cm itu dibalut baju kaos Gucci pink yang super ketat, memperlihatkan branya yang berwarna hitam menerawang dari balik bajunya. Sepertinya ukuran Milk.nya cukup besar,. Ia juga mengenakan celana blue jeans Prada yang cukup ketat. Rambutnya yang lurus sepinggang  terurai dengan indahnya. Wangi parfum yang kutebak merupakan merk Kenzo Intense memenuhi udara dalam lift, sekaligus seperti beradu dengan parfum Boss In Motion milikku. Hmm pikirku, pantas saja Yoona sangat diincar oleh seluruh cowo di jurusanku, karena selain ia masih single tubuhnya juga sangat proporsional. Lebih daripada itu prestasi akademiknya juga cukup cemerlang. Namun jujur diriku hanya menganggap Yoona sebagai teman belaka. Mungkin hal itu dikarenakan aku baru saja putus dengan pacarku dengan cara yang kurang baik, sehingga aku masih trauma untuk mencari pacar baru.
Tiba – tiba pintu lift membuka di lantai 4. Yoona turun sambil menyunggingkan senyumnya kepadaku. Akupun membalas senyumannya. Lewat pintu lift yang sedang menutup aku sempat melihat Yoona masuk ke sebuah ruang studio di lantai 4 tersebut. Ruang tersebut memang tersedia bagi siapa saja mahasiwa yang ingin menggunakannya, AC didalamnya dingin dan pada jam pagi seperti ini biasanya keadaannya kosong. Aku juga sering tidur didalam ruangan itu sehabis makan siang, abisnya sofa disana empuk dan enak sih. Hehehe…
Setelah itu lift pun tertutup dan membawaku ke lantai 6, tempat ruang kuliahku berada. Segera setelah sampai di pintu depan ruang kuliahku seharusnya berada, aku tercengang karena disana tertempel pengumuman singkat yang berbunyi “kuliah Pak Adam ditunda sampai jam 12. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Ttd: Tata Usaha Departemen”
Sialan, kataku dalam hati. Jujur saja kalau pulang lagi ke rumah aku malas, karena takut tergoda akan melanjutkan tidur kembali. Bingung ingin melakukan apa selagi menunggu, aku tiba – tiba saja teringat akan Yoona. Bermaksud ingin membunuh waktu dengan ngobrol bersamanya, akupun bergegas turun kelantai 4 sambil berharap kalau Yoona masih ada disana.
Sesampainya di lantai 4 ruang studio, aku tidak tahu apa Yoona masih ada didalam atau tidak, karena ruangan itu jendelanya gelap dan ditutupi tirai. Akupun membuka pintu, lalu masuk kedalamnya. Ternyata disana ada Yoona yang sedang duduk disalah satu sofa didepan meja ketik menoleh ke arahku, tersenyum dan bertanya “Hai oppa, ngga jadi kuliah?” “Kuliahnya diundur” jawabku singkat. Iapun kembali asyik mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Aku memandang berkeliling, ternyata ruangan studio selebar 7X5 meter itu kosong, hanya ada suaraku, suara Yoona, dan suara AC yang bekerja. Secara tidak sadar aku mengunci pintu, mungkin karena ingin berduaan aja dengan Yoona. Maklum, namanya juga cowo, huehehe…
Penasaran, aku segera mendekati Yoona. “Yoona, lagi ngapain lu’ sendirian disini?” “Oh, ini lagi ngerjain tugas. Abis dihimpunan rame banget sih ,jadi aku ga bisa konsentrasi.” “Eh, kebetulan ada oppa, udah pernah ngambil kuliah ini kan?” Tanya Yoona sambil memperlihatkan tugas di layar laptopnya. Aku mengangguk singkat. “Bisa ajarin Yoona ngga caranya, Yoona dari tadi gak ketemu cara ngerjainnya nih?” pinta Yoona. Akupun segera mengambil tempat duduk disebelahnya, sambil mengajarinya cara pengerjaan tugas tersebut (drie so pintar) . Daripada aku bengong, pikirku. Mulanya saat kuajari ia belum terlalu mengerti, namun setelah beberapa lama ia segera paham dan tak lama berselang tugasnya pun telah selesai.
“Wah, selesai juga. Ternyata gak begitu susah ya. Makasih banget ya oppa,mian udah ngerepotin kamu.” Kata Yoona ramah. Iapun menutup laptop Toshibanya dan mengemasnya. “Apa sih yang ngga buat cewe tercantik di jurusan ini” kataku sekedar iseng menggoda. Yoona pun malu bercampur gemas mendengar perkataanku, dan secara tiba – tiba ia berdiri sambil berusaha menggelitiki pinggangku. Aku yang refleksnya memang sudah terlatih pun dapat menghindar, dan secara tidak sengaja tubuhnya malah kehilangan keseimbangan serta pahanya mendarat menduduki pahaku yang masih duduk. Secara tidak sengaja tangan kanannya yang tadinya ingin menggelitikiku menyentuh kemaluanku. Spontan, juniorku pun bangun. “Iih, oppa kok itunya tegang sih?” kata Yoona sambil membenarkan posisi tangannya. “mianheyo ne” kataku lirih. Kami pun jadi salah tingkah, selama beberapa saat kami hanya saling bertatapan mata sambil ia tetap duduk di pangkuanku.
Melihat mukanya yang cantik, bibirnya yang dipoles lip gloss berwarna pink, serta matanya yang indah membuatku benar – benar menyadari kecantikannya. Ia pun hanya terus menatap dan tersenyum kearahku. Entah siapa yang memulai, tiba – tiba kami sudah saling berciuman mulut. Ternyata ia seorang kissing yang hebat, aku yang sudah berpengalamanpun dibuatnya kewalahan. Harum tubuhnya makin membuatku horny dan membuatku ingin menyetubuhinya. (astagfirullah.. sadar drie)
Seolah mengetahui keinginanku, Yoona pun merubah posisi duduknya sehingga ia duduk di atas pahaku dengan posisi berhadapan, daerah Miss.V nya yang masih ditutupi oleh celana jenas menekan Juniorku yang juga masih berada didalam celanaku dengan nikmatnya. Bagian dadanya pun seakan menantang untuk dicium, hanya berjarak 10 cm dari wajahku. Kami berciuman kembali sambil tanganku melingkar kepunggungnya dan memeluknya erat sekali sehingga tonjolan dibalik kaos ketatnya menekan dadaku yang bidang. “mmhh.. mmmhh..” hanya suara itu yang dapat keluar dari bibir kami yang saling beradu.
Puas berciuman, akupun mengangkat tubuh Yoona sampai ia berdiri dan menekankan tubuhnya ke dinding yang ada dibelakangnya. Akupun menciumi bibir dan lehernya, sambil meremas – remas Milk.nya yang terasa padat, hangat, serta memenuhi tanganku. “Aaah, Drie oppa…” Erangannya yang manja makin membuatku bergairah. Kubuka kaos serta branya sehingga Yoona pun sekarang toples dada. Akupun terbelalak melihat kecantikan Milk.nya. Besar, putih, harum, serta putingnya yang berwarna pink itu terlihat sedikit menegang. “Drie oppa…” katanya sambil menekan kepalaku kearah Milk.nya. Akupun tidak menyia – nyiakan kesempatan baik itu. Tangankupun meremas, menjilat, dan mencium kedua belah Milk.nya. Kadang bibirku mengulum putting Milk.nya. Kadang bongkahan Milk.nya kumasukkan sebesar mungkin kedalam mulutku seolah aku ingin menelannya, dan itu membuat badan Yoona menggelinjang. “Aaahh… SShhh…” aku mendongak keatas dan melihat Yoona sedang menutup matanya sambil bibirnya mengeluarkan erangan menikmati permainan bibirku di Milk.nya. Seksi sekali dia saat itu. Putingnya makin mengeras menandakan ia semakin bernafsu akan “pekerjaanku” di dadanya.
Puasdi dadanya, akupun menurunkan ciumanku kearah pusarnya itu. Lalu ciumanku makin mengalir turun ke arah selangkangannya. Akupun membuka jeansnya, terlihatlah celana dalamnya yang hitam semi transparan itu, namun itu tak cukup untuk menyembunyikan gundukan Miss.V nya yang begitu gemuk dari pandanganku. Akupun mendekatkan hidungku ke arah Miss.V nya, tercium wangi khas yang sangat harum. Ternyata Yoona sangat pintar dalam menjaga bagian kewanitaannya itu. Sungguh beruntung diriku dapat merasakan miliknya Yoona.
Akupun mulai menyentuh bagian depan celana dalamnya itu. Basah. Ternyata Yoona memang sudah horny karena servisku. Jujur saja aku merasa deg – degan karena selama ini aku belum pernah melakukan seks dengan kedelapan belas mantan pacarku, paling hanya sampai taraf oral seks. Jadi ini boleh dibilang pengalaman pertamaku. Dengan ragu – ragu akupun menjilati celana dalamnya yang basah tersebut. “Mmhhh… Ooggghh…” Yoona mengerang menikmati jilatanku. Ternyata rasa cairan kewanitaan Yoona gurih, sedikit asin namun enak menurutku. Setelah beberapa lama menjilati, ternyata cairan kewanitaannya makin banyak meleleh.
“Buka aja celana dalamku” kata Yoona. Mendengar restu tersebut akupun menurunkan celana dalamnya sehingga sekarang Yoona benar – benar toples atas bawah, sedangkan aku masih berpakaian lengkap. Benar – benar pemandangan yang indah. Miss.V nya terpampang jelas di depan mataku, berwarna pink kecoklatan dengan bibirnya yang masih rapat. Bentuknya pun indah sekali. Bagai orang kelaparan, akupun segera melahap Miss.V nya, menjilati bibir Miss.V nya sambil sesekali menusukkan jari tengah dan jari telunjukku ke dalamnya. Berhasil..! Aku menemukan G-Spotnya dan terus memainkannya. setelah itu Yoona terus menggelinjang, badannya mulai berkeringat seakan tidak menghiraukan dinginnya AC di ruangan ini. “Emmh, please don’t stop” kata Yoona dengan mata terpejam. “OOuucchh…” Rintih Yoona di telingaku sambil matanya berkerjap-kerjap merasakan nikmat yang menjalari tubuhnya.

”Ssshhh…Ahhh”, balasku merasakan nikmatnya Miss.V  Yoona yang makin basah. Sambil terus meremas dada besarnya yang mulus, adegan menjilat itu berlangsung selama beberapa menit. Tangannya terus mendorong kepalaku, seolah menginginkanku untuk menjilati Miss.V nya secara lebih intens. Pahanya yang putih pun tak hentinya menekan kepalaku. Tak lama kemudian, “Uuuhhh.. Yoona mau ke… lu… ar… oppa ” seiring erangannya Miss.V nya pun tiba – tiba membanjiri mulutku mengeluarkan cairan deras yang lebih kental dari sebelumnya, namun terasa lebih gurih dan hangat. Akupun tidak menyia – nyiakannya dan langsung meminumnya sampai habis. “Slruuppp…” suaranya terdengar nyaring di ruangan tersebut. Nafas Yoona terdengar terengah – engah, ia menggigit bibirnya sendiri sambil seluruh tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Setelah tubuhnya berhenti bergetar dan jepitan pahanya mulai melemah akupun berdiri dan mencium bibirnya, sehingga ia merasakan cairan cintanya sendiri.
“Mmhh, Drie oppa… makasih ya kamu udah bikin Yoona keluar.” “kamu malah belum buka baju sama sekali, curang” kata Yoona.
“Gantian sini.” Setelah berkata lalu Yoona mendorong tubuhku sehingga aku duduk diatas sofa. Iapun berjongkok serta melepaskan celana jeans serta celana dalamku. Iapun kaget melihat batang Juniorku yang berukuran cukup “wah.”. kepalanya berwarna merah tersentuh oleh jemari Yoona yang lentik. “Drie oppa, punya kamu gede banget…” (bohong) setelah berkata maka Yoona langsung mengulum kepala Juniorku. Rasanya sungguh nikmat sekali. “mmh Yoona you is delicious …” kataku. Iapun menjelajahi seluruh penjuru Juniorku dengan bibir dan lidahnya, mulanya lidahnya berjalan menyusuri urat dibawah Juniorku, lalu bibirnya yang sexy mengulum buah zakarku. “aah… uuhh… ” hanya itu yang dapat kuucapkan. Lalu iapun kembali ke ujung Juniorku dan berusaha memasukkan Juniorku sepanjang – panjangnya kedalam mulutnya. Akupun mendorong kepalanya dengan kedua belah tangannya sehingga batang Juniorku hampir 3/4nya tertelan oleh mulutnya sampai ia terlihat hamper tersedak. Sambil membuka bajuku sendiri aku mengulangi mendorong kepalanya hingga ia seperti menelan Juniorku sebanyak 5 – 6 kali.
Puas dengan itu ia pun berdiri dan duduk membelakangiku, tangannya membimbing Juniorku memasuki liang kemaluannya. “Drie sayang, aku masukin ya..” kata Yoona bergairah. Lalu iapun menduduki Juniorku, mulanya hanya masuk 3/4nya namun lama – lama seluruh batang Juniorku terbenam ke dalam liang Miss.V nya. Aah, jadi ini yang mereka katakan kenikmatan bercinta, rasanya memang enak sekali pikirku. Iapun terus menaik – turunkan Miss.V nya sambil kedua tangannya bertumpu pada dadaku yang bidang. “Pak.. pak… pak.. sruut.. srutt..” bunyi paha kami yang saling beradu ditambah dengan cairan kewanitaannya yang terus mengalir makin menambah sexy suasana itu. Sesekali aku menarik tubuhnya kebelakang, sekedar mencoba untuk menciumi lehernya yang jenjang itu. Lehernya pun menjadi memerah di beberapa tempat terkena kiss mark ku.
“Yoona, ganti posisi dong” kataku. Lalu Yoona berdiri dan segera kuposisikan dirinya untuk menungging serta tangannya bertumpu pada meja. Dari posisi ini terlihat liang Miss.V nya yang memerah tampak semakin menggairahkan. Akupun segera memasukkan Juniorku dari belakang. “aahh, pelan – pelan chagiya ….” kata Yoona. Akupun memompa tubuhnya sampai Milk.nya berguncang – guncang dengan indahnya..(lol)
“Aaahhkk…Oppa…Ooucchhhkgg..Ermmmhhh” suara Yoona yang mengerang terus, ditambah dengan cairannya yang makin banjir membuatku semakin tidak berdaya menahan pertahanan Juniorku.

“Ooohh…yeahh ! fu*k me like that…uuhh…i’m your bitch now !” erang Yoona liar.
“Ahhhh.. aahh.. gila Yoona.. enak banget!” ceracauku sambil merem-melek. “Oohh.. terus chagi. kocok terus” Yoona terus mendesah dan meremas-remas dadanya sendiri, wajahnya sudah memerah saking terangsangnya. “Yak.. dikit lagi.. aahh.. oppa.. udah mau” Yoona mempercepat iramanya karena merasa sudah hampir klimaks. “Yoona.. Aku juga.. mau keluar.. eerrhh” geramku dengan mempercepat gerakan.
“Enak nggak oppa?” tanyanya lirih kepadaku sambil memalingkan kepalanya kebelakang untuk menatap mataku. “ne .. ne .. ne.. enak banget Yoona.. terusin chagiya, faster ..” Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah Milk.nya untuk meremas – remasnya. Sesekali tanganku memutar arah ke bagian belakang untuk meremas pantat’nya yang lembut.
“uuhh.. sshh.. Yoona, aku udah ga tahan nih. Keluarin dimana?” tanyaku. “uuhhh.. mmh.. ssshh.. Keluarin didalam aja ya, kita barengan” kata Yoona. Makin lama goyangan Juniorku makin dalam dan makin cepat.. “Masukin yang dalem dooo…ngg…faster chagiya ,”, pintanya. Akupun menambah kedalaman  Juniorku, sampai pada beberapa saat kemudian. “aahh… Drieppa .. .. kita keluarin sekarang…” Yoona berkata sambil tiba – tiba cekikan Miss.V nya pada Juniorku terasa sangat kuat. Iapun keluar sambil tubuhnya bergetar. Akupun tak mampu membendung sperma pada Juniorku dan akhirnya kutembakkan beberapa kali ke dalam liang Miss.V nya. Rasa hangat memenuhi Juniorku, dan disaat bersamaan akupun memeluk Yoona dengan eratnya dari belakang.
Setelah beberapa lama tubuh kami yang bercucuran keringat menyatu, akhirnya akupun mengeluarkan Juniorku dari dalam Miss.V nya. Aku menyodorkan Juniorku ke wajah Yoona dan ia segera mengulum serta menelan habis sperma yang masih berceceran di batang Juniorku. Aku menyandarkan tubuhku pada dinding ruang studio dihadapanku yoona tersenyum sambil terus mengocok batang Juniorku tetapi semakin lama semakin cepat. Nafasku memburu kencang dan jantungku berdegub semakin tak beraturan dibuatnya.
“Yoona.. I will to go out ..” kataku lirih sambil memejamkan mata meresapi kenikmatan hisapan Yoona. “Bentar, tahan dulu Drieppa..”jawabnya sambil melepaskan kocokannya. “Loh kok ngga dilanjutin?” tanyaku. Tanpa menjawab pertanyaanku, Yoona mendekatkan dadanya ke arah Juniorku dan tanpa sempat aku menebak maksudnya, dia menjepit Juniorku dengan kedua Milk.nya itu. Sensasi luar biasa aku dapatkan dari Juniorku yang dijepit oleh dua gundukan kembar itu membuatku terkesiap menahan napas.
Sebelum aku sempat bertindak apa-apa, dia kembali mengocok Juniorku yang terjepit diantara dua milk.nya yang kini ditahan dengan menggunakan kedua tangannya. Juniorku serasa diurut dengan sangat nikmatnya.. “Gila Yoon, lo’ ternyata liar banget..” Yoona hanya menjawab dengan sebuah senyuman evil (jiahhh gaya kyuhyun).
Kali ini seluruh urat-urat dan sendi-sendi di sekujur tubuhku pun turut merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangannya tadi. “Enak nggak Drieppa ?” tanyanya lirih kepadaku sambil menatap mataku. “Bukan enak lagi.. Tapi enak banget chagi.. straight on continues yoona .. fast to shake ..” Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah mulutnya, dan ia langsung mengulum jariku dengan penuh nafsu.
 “Ahh.. ohh..” desahnya pelan sambil kembali memejamkan matanya. Kocokan serta jepitan milk.nya yang semakin keras semakin membuatku lupa daratan.
Tak lama kemudian, “aah… Yoona I will to go out more …” setelah berkata begitu akupun menyemprotkan beberapa tetes spermaku kedalam mulutnya yang langsung ditelan habis oleh Yoona. Iapun lalu menciumku sehingga aku merasakan spermaku sendiri. Setelah selesai, kami pun berpakaian lagi. Tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepadanya, lalu akupun pulang kerumah setelah mengantarkan Yoona ke kostannya menggunakan mobilku. Dialam mobil ia berkata bahwa ia sangat puas setelah bercinta denganku (l???l) serta menginginkan untuk mengulanginya kapan – kapan. Akupun segera menyanggupi dan mencium mesra bibirnya.
Setelah itu aku mengarahkan mobilku ke rumahku yang berada di daerah setiabudhi. Soal kuliahnya Pak Adam, aku sudah cuek karena hari itu aku mendapatkan anugerah yang tidak terkira, yaitu bisa bercinta dengan Yoona (lol) ahhh.


- END -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar